Proyek Underpass Citayam Mulai Bergerak

Proyek Underpass Citayam Mulai Bergerak, Pemprov Jabar Siapkan Pembebasan Lahan Rp80 Miliar

Pemerintahan3134 Dilihat
banner 468x60

DEPOK — Wacana pembangunan Underpass Citayam yang selama ini dinanti warga Depok dan Bogor akhirnya mulai menunjukkan progres nyata. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Depok, Kabupaten Bogor, PT KAI hingga ATR/BPN kini mulai mematangkan tahapan desain teknis hingga pembebasan lahan proyek yang digadang-gadang bakal menjadi solusi kemacetan di kawasan perlintasan Citayam.

Hal itu terungkap dalam Nota Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat tertanggal 5 Juni 2026, terkait hasil pembahasan lanjutan progres perencanaan desain teknis dan pengadaan tanah Simpang Tidak Sebidang Citayam.

Rapat koordinasi yang digelar di sekitar Kantor Bapperida Kota Depok itu melibatkan sejumlah pihak strategis, mulai dari Pemkot Depok, Dishub, Disperkim, Bappelitbangda Kabupaten Bogor, ATR/BPN, Dinas Bina Marga Jabar hingga PT KAI.

DED Underpass Citayam Hampir Rampung

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Detail Engineering Design (DED) atau desain teknis pembangunan underpass secara umum telah dinyatakan memenuhi syarat oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat.

Baca Juga  SWI Karawang dan SWI Depok Jalin Kolaborasi Lewat Studi Banding

Meski begitu, masih terdapat sejumlah penyempurnaan minor pada aspek geometrik. Sementara dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) masih disusun oleh Pemerintah Kota Depok dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Tak hanya itu, dokumen lingkungan seperti AMDAL juga masih berproses dan diperkirakan mulai masuk tahap kontrak pada akhir Juni. Sedangkan kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026 dan diproyeksikan selesai sekitar September hingga Oktober.

Pemerintah bahkan meminta tambahan waktu sekitar 60 hari untuk mengantisipasi proses administrasi pengadaan dan lelang agar proyek berjalan realistis.

Titik Macet Citayam Jadi Prioritas

Bukan tanpa alasan proyek ini dikebut. Kawasan perlintasan sebidang Citayam selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling padat, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

Dinas Perhubungan Kota Depok menilai pembangunan underpass harus dibarengi rekayasa lalu lintas matang, termasuk pengaturan trayek angkutan umum yang melintas di kawasan tersebut.

Dishub Jawa Barat juga disebut siap mengawal rekomendasi teknis Andalalin sekaligus melakukan intervensi lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan di sekitar Stasiun Citayam.

Baca Juga  BPN Depok Tanggapi Polemik Tanah Warisan Ashanty yang Masuk Jalur Hukum

PT KAI: Keselamatan Kereta Jadi Prioritas

Di sisi lain, PT KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama dalam proyek ini.

Berdasarkan hasil peninjauan desain awal, area sekitar stasiun disebut relatif aman dan tidak banyak bersinggungan dengan kepemilikan masyarakat. Namun demikian, terdapat sejumlah aset PT KAI yang akan terdampak pembangunan.

Menariknya, PT KAI mengidentifikasi ada enam objek sewa di area lahan mereka yang berpotensi digunakan sebagai lokasi penunjang konstruksi underpass.

Meski demikian, hingga rapat berlangsung PT KAI disebut masih menunggu dokumen DED final dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Underpass Citayam
Progres proyek Underpass Citayam mulai mengerucut. Bappeda Jabar memastikan tahapan desain teknis dan pembebasan lahan terus dimatangkan, sementara konstruksi diproyeksikan dimulai pada semester II 2027. Foto: ilustrasi

Pembebasan Lahan Disiapkan Rp80 Miliar

Salah satu poin krusial dalam proyek ini adalah pengadaan tanah. Pemerintah Kota Depok disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk pembebasan lahan.

Rinciannya, sekitar Rp40 miliar dialokasikan pada APBD Perubahan 2026, sementara sisanya akan dianggarkan melalui APBD Murni 2027.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga dikabarkan telah memasukkan pembebasan lahan proyek ini sebagai program prioritas.

Baca Juga  Wali Kota Depok Resmikan Dolanan Tradisional, Wujudkan Ruang Bermain dan Ekspresi Anak

Namun tantangan di lapangan tak bisa dianggap ringan. Sejumlah lahan yayasan, pondok pesantren hingga tanah wakaf disebut menjadi perhatian serius karena memerlukan verifikasi dan kepastian status hukum.

Selain itu, terdapat potensi perbedaan nilai jual tanah antara wilayah Depok dan Bogor yang dinilai dapat memengaruhi proses appraisal.

Konstruksi Diproyeksi Mulai 2027

Meski progres terus berjalan, masyarakat tampaknya masih harus sedikit bersabar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengarahkan agar tahun 2026 difokuskan untuk menuntaskan seluruh tahapan perencanaan dan pengadaan tanah.

Adapun pelaksanaan konstruksi fisik underpass diperkirakan baru bisa dimulai pada semester kedua tahun 2027.

Skema pengerjaannya masih akan dibahas lebih lanjut, apakah menggunakan pola multiyears, dilakukan bertahap hingga 2028, atau diselesaikan penuh dalam satu tahap.

Jika terealisasi, Underpass Citayam diharapkan menjadi jawaban atas persoalan kemacetan kronis di jalur penghubung Depok–Bogor, sekaligus meningkatkan keselamatan di kawasan perlintasan kereta yang selama ini padat aktivitas warga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *