Camat Sukmajaya Respons Cepat Kecelakaan Rombongan Katar Depok di Papandayan

Christine Desima Arthauli Soroti Pentingnya Keselamatan Kegiatan Masyarakat dan Evaluasi Kendaraan Wisata

Pemerintahan2485 Dilihat
banner 468x60

DEPOK – Kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan Elf pembawa rombongan warga asal Kota Depok di jalur wisata Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Sukmajaya. Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, S.STP., M.A, memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mendukung penanganan para korban.

Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan Kawah Papandayan, Kampung Gunung Jaya, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Kendaraan Elf yang membawa rombongan wisata diduga mengalami gangguan pengereman atau rem blong saat melintas di jalur menurun menuju kawasan wisata.

Berdasarkan informasi resmi yang diterima Camat Sukmajaya melalui grup koordinasi dari Dinas Kesehatan serta Direktur KISA, rombongan berjumlah 13 peserta camping, terdiri dari 11 anggota Karang Taruna Abadi Jaya, satu warga Cilodong, dan satu anak berusia 11 tahun.

“Kami menerima informasi awal melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan Direktur KISA. Ketua Karang Taruna juga telah mengonfirmasi jumlah peserta kegiatan,” ujar Camat Sukmajaya Christine Desima Arthauli kepada Depok Hits melalui pesan WhatsApp di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Lorin Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga  Capaian Setahun, Depok Maju dan Berprestasi
Camat sukmajaya
14 Warga Depok Kecelakaan di Papandayan, Camat Sukmajaya Soroti Aspek Keselamatan

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Dari total korban, tercatat tiga orang tidak mengalami luka, lima korban luka ringan, serta lima korban luka berat yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Depok.

Adapun korban luka berat dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, yakni:

Satu orang di RS POLRI

Satu orang di RS Universitas Indonesia (RSUI)

Tiga orang di RS Hermina

Salah satu korban atas nama Ajeng, yang sebelumnya mendapat penanganan di Garut, kini telah dipindahkan ke RSUI untuk penanganan lanjutan akibat patah tulang bahu dan lengan.

“Yang di Garut atas nama Ajeng sudah dipindahkan ke RSUI untuk tindak lanjut patah tulang bahu dan lengan. Pendampingan juga dilakukan oleh Karang Taruna Kota Depok,” jelas Christine.

Camat Sukmajaya Bergerak Cepat dan Koordinasi Lintas Dinas

Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Sukmajaya langsung melakukan koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan Karang Taruna Kota Depok.

Christine menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan tidak hanya berupa pemantauan kondisi korban, tetapi juga menjenguk, melakukan koordinasi lintas dinas, hingga membantu penggalangan donasi bagi para korban.

Baca Juga  Mangnguluang Mansyur Resmi Jadi Sekda Depok, Ketua Komisi A DPRD Apresiasi Atas Integritasnya

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Ketua Karang Taruna Kota Depok, termasuk menjenguk korban, koordinasi lintas dinas, dan mengumpulkan donasi,” katanya.

Bukan Kegiatan Resmi Kelurahan atau Kecamatan

Dalam keterangannya, Camat Sukmajaya menegaskan bahwa kegiatan wisata tersebut bukan merupakan kegiatan resmi Pemerintah Kelurahan, Kecamatan, maupun agenda resmi Karang Taruna tingkat pemerintahan.

Namun demikian, pihak kecamatan tetap menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan warga yang terdampak.

“Kegiatan tersebut bukan kegiatan kelurahan, kecamatan, dan bukan kegiatan resmi Karang Taruna pemerintahan,” tegasnya.

Evaluasi Keselamatan Jadi Sorotan

Atas insiden ini, Camat Sukmajaya menilai aspek keselamatan dalam kegiatan masyarakat harus menjadi perhatian serius. Ia menegaskan perlunya evaluasi terhadap penggunaan kendaraan wisata, kesiapan peserta, hingga perlindungan asuransi.

Menurutnya, kendaraan yang digunakan dalam kegiatan masyarakat wajib memenuhi standar keselamatan dan lolos uji KIR, terutama jika digunakan untuk perjalanan wisata ke daerah dengan medan berat.

“Kegiatan masyarakat ke depan harus semakin memperhatikan aspek safety dan kemanfaatan. Kendaraan wajib lolos KIR, tujuan kegiatan harus disesuaikan dengan usia, kemampuan, kondisi kesehatan peserta, dan harus memiliki asuransi aktif,” ujarnya.

Baca Juga  Christine Desima Arthauli, Camat Non-Muslim Pertama di Depok: Wujud Nyata Pemerintahan Inklusif

Christine juga menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah tersebut dan berharap seluruh korban segera pulih.

“Atas nama keluarga besar Kecamatan Sukmajaya, kami turut prihatin dan mendoakan para korban segera pulih serta mendapatkan penanganan terbaik, baik secara medis maupun psikis,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *