DEPOKHITS.ID – Usai Polres Metro Depok menggelar konferensi pers terkait ditetapkannya 5 (lima) orang tersangka yang turut serta melakukan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya WAT (24) dan rekannya DN (39) dirawat intensif, di Sukatani, Tapos Jumat 2 Januari 2026 lalu, kuasa hukum keluarga korban WAT dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Matasiri menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) maupun Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).
“Walaupun Polres Metro Depok telah menetapkan lima warga sipil sebagai tersangka, kami belum menerima SP2HP dan SPDP secara resmi,” ujar kuasa hukum korban, Syarif Hasan Salampessy.
Syarif menambahkan, usai berkoordinasi dengan Kasat Reskrim, pihak kepolisian menyatakan bahwa dokumen tersebut akan disampaikan pada keesokan harinya.
Dengan penetapan lima tersangka warga sipil ini, total pelaku penganiayaan berjumlah enam orang, terdiri dari lima warga sipil dan satu oknum anggota TNI Angkatan Laut.
“Kami akan terus melakukan pengawasan agar proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan akuntabel,” kata Syarif.











