DEPOKHITS.id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok memperingati Hari Ibu Nasional ke-97 dengan menggelar upacara bendera di Lapangan Olahraga Rutan, Senin (22/12/2025). Upacara tersebut diikuti oleh seluruh petugas pemasyarakatan, calon pegawai negeri sipil (CPNS), peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, serta warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, bertindak sebagai inspektur upacara, sementara komandan upacara dipercayakan kepada Neriska Mayanti. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengabdian perempuan Indonesia.
Dalam amanatnya, Agung menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan dalam pembentukan karakter, ketahanan keluarga, serta pembangunan bangsa.
“Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran fundamental dalam menanamkan nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut relevan diterapkan di semua lini kehidupan, termasuk dalam sistem pembinaan pemasyarakatan,” ujar Agung.
Ia menambahkan, penghormatan terhadap perempuan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menegaskan kesetaraan hak dan martabat setiap warga negara tanpa diskriminasi, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, yang menempatkan perempuan sebagai subjek yang harus dilindungi dan diberdayakan.
Lebih lanjut, pelaksanaan upacara ini juga merupakan bagian dari upaya Rutan Kelas I Depok dalam mendukung kebijakan nasional di bidang pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya pembinaan kepribadian dan nilai kemanusiaan bagi warga binaan.
Melalui peringatan Hari Ibu Nasional ke-97, Rutan Kelas I Depok menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai empati, penghormatan terhadap perempuan, serta penguatan karakter bagi seluruh jajaran dan warga binaan.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kemanusiaan dalam mendukung tujuan pemasyarakatan yang berkeadilan dan beradab.











