MARGONDA (Pemkot Depok), DEPOKHITS.id – Ketua Gerakan Depok Bersatu (GEDOR), Eman Sutriadi, mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera mengoptimalisasi sistem penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026 guna mencegah tingginya potensi angka putus sekolah.
Data mencatat, dari total 34 SMP Negeri yang ada di Kota Depok, hanya tersedia 10.396 kursi untuk siswa baru. Sementara itu, jumlah pendaftar mencapai 13.408 orang.
Akibatnya, sebanyak 3.012 siswa tidak tertampung di sekolah negeri.
“Sebagian besar dari siswa yang tidak diterima ini berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka kesulitan membayar biaya sekolah swasta, sehingga berisiko besar putus sekolah,” ujar Eman Sutriadi, Selasa (10/6).
Ia menegaskan, pendidikan dasar merupakan hak setiap warga negara dan wajib dipenuhi oleh negara sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sebagai solusi, Eman mendorong Pemkot Depok menambah kuota di sekolah negeri atau menyediakan skema subsidi biaya pendidikan di sekolah swasta bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Optimalisasi sistem SPMB ini sangat penting agar tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal. Pemerintah harus hadir dan menjamin akses pendidikan dasar yang merata dan adil,” tutup Eman.
Upaya ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yakni memastikan pendidikan inklusif dan berkualitas serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.











