BANDUNG, DepokHits.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menunjukkan komitmennya dalam penguatan pembinaan warga binaan dengan menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dan Yayasan Mutiara Tasbih Al-Qur’an (MATA), Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lobby Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat itu berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Dari Rutan Depok, Kepala Rutan diwakili Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Thowvik Nur Rohman serta Kepala Sub Seksi Administrasi Perawatan Robby Robani.
Kehadiran jajaran Rutan Depok menjadi sinyal kuat dukungan terhadap program pembinaan berbasis keagamaan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan keimanan warga binaan.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pembinaan kepribadian rohani Islam. Program yang akan dijalankan meliputi kajian keagamaan, pembelajaran Al-Qur’an, hingga pendampingan spiritual berkelanjutan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Langkah ini dinilai strategis dalam membangun perubahan perilaku selama masa pidana. Dengan pembinaan yang terarah dan konsisten, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mengalami proses transformasi diri yang positif.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, memberikan arahan kepada seluruh jajaran. Ia menegaskan pentingnya optimalisasi program integrasi bagi warga binaan, termasuk percepatan pendataan untuk pemberian remisi Hari Raya Idul Fitri dalam waktu dekat.
Menurutnya, hak-hak warga binaan harus tetap dipenuhi secara profesional dan akuntabel, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang humanis.
Partisipasi aktif Rutan Depok dalam kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan kolaboratif.
Sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan mitra eksternal seperti Yayasan MATA diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan, sehingga warga binaan lebih siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.
langkah penguatan pembinaan rohani ini menjadi bagian penting dari wajah pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada pembinaan karakter dan reintegrasi sosial.











