Motif dan identitas teror Bom 10 Sekolah Di Depok

Teror Bom via Email ke 10 Sekolah di Depok, Polisi Dalami Motif dan Telusuri Identitas Pengirim

Headline2493 Dilihat
banner 468x60

DEPOKHITS.id — Kepolisian masih mendalami motif di balik ancaman bom yang dikirimkan melalui surat elektronik ke 10 sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Hingga Selasa (23/12/2025), seluruh lokasi yang disasar telah disterilisasi, dan tidak ditemukan bahan peledak.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, pesan ancaman yang dikirimkan pelaku mengandung ekspresi emosional berupa kekesalan dan kekecewaan. Namun, kepolisian belum menyimpulkan latar belakang pasti dari ancaman tersebut.

“Motif pelaku masih dalam proses penyidikan. Dari isi email yang kami terima, pelaku menyampaikan rasa kesal atau kecewa. Tetapi hal itu belum bisa langsung kami simpulkan sebagai motif utama,” kata Made, Selasa.

Penyidik kini menelusuri identitas pengirim email yang diduga menggunakan akun atas nama seorang perempuan berinisial KLM. Email ancaman tersebut dikirimkan secara serentak ke alamat resmi 10 sekolah pada dini hari.

Meski demikian, polisi belum memastikan apakah akun tersebut benar digunakan oleh pemilik aslinya atau justru dimanfaatkan pihak lain. “Kami masih mendalami apakah pengirim email benar pemilik akun atau ada kemungkinan akun tersebut digunakan oleh orang lain,” ujar Made.

Baca Juga  10 Sekolah di Depok Diteror Email Ancaman Bom, Polisi Lakukan Pengamanan

Sebagai langkah pengamanan, tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polri diterjunkan ke seluruh sekolah yang menjadi sasaran teror. Hingga sore hari, enam sekolah telah disisir lebih dulu oleh tim Jibom Gegana Kelapa Dua, sementara empat sekolah lainnya menyusul dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Sudah dilakukan penyisiran dan sterilisasi. Tidak ditemukan adanya bom di seluruh lokasi,” kata Made.

Adapun sekolah yang menerima ancaman tersebut antara lain SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok, SMA PGRI 1 Depok, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA Negeri 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMA Negeri 6 Depok.

Kepolisian memastikan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut dapat kembali berjalan normal setelah proses sterilisasi selesai.

Namun, pengamanan dan koordinasi dengan pihak sekolah tetap diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat ancaman terhadap fasilitas pendidikan berpotensi menimbulkan kepanikan publik dan mengganggu rasa aman masyarakat.

Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *